Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif baru pemerintah untuk memperluas akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Lalu, apa itu Sekolah Rakyat sebenarnya? Sekolah Rakyat adalah sekolah berasrama (boarding school) yang dirancang khusus untuk siswa SD, SMP, dan SMA dari keluarga miskin ataupun miskin ekstrem. Semua kebutuhan belajar mereka – mulai dari biaya sekolah, makanan, tempat tinggal, hingga buku dan seragam, ditanggung penuh oleh negara. Karena itu, Sekolah Rakyat sering disebut sebagai “sekolah gratis berasrama” yang berupaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas.
Sekolah Rakyat sendiri diinisiasi oleh pemerintah Indonesia, khususnya melalui Kementerian Sosial. Tujuannya untuk memberikan akses pendidikan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), terutama mereka yang berada di desil 1 dan 2.
Apa Itu Sekolah Rakyat? Konsep Dasar
Secara sederhana, Sekolah Rakyat dibentuk untuk membantu anak-anak kurang mampu melanjutkan sekolah tanpa beban biaya. Sekolah ini menerapkan sistem belajar camp (berasrama) dengan kurikulum formal pada siang hari. Pada malam harinya, siswa diajarkan penguatan karakter serta keterampilan hidup. Fasilitasnya lengkap, meliputi asrama, laboratorium, ruang olahraga, dan gedung serbaguna.
Konsep ini mengadopsi pola boarding school yang memungkinkan siswa belajar dan tinggal dalam lingkungan yang kondusif. Program ini menekankan pembentukan karakter, kepemimpinan, nasionalisme, dan keterampilan hidup yang relevan dengan kebutuhan lokal, di samping tetap mengikuti standar pendidikan nasional.
Karena semua biaya pendidikan ditanggung pemerintah, siswa Sekolah Rakyat benar-benar bebas biaya, sekolah, makan, tempat tinggal, buku, dan seragam semuanya gratis. Program ini sesuai arahan Presiden untuk “memutus rantai kemiskinan” melalui pendidikan berbasis inklusif dan berkelanjutan.
![]()
Apa Itu Sekolah Rakyat? Penyebaran di Indonesia
Hingga tahun ajaran 2025/2026, Sekolah Rakyat telah dibuka di 100 lokasi yang tersebar di 29 provinsi Indonesia. Pulau Jawa menjadi penyumbang lokasi terbanyak, yaitu 48 titik (termasuk Jawa Barat 13, Jawa Tengah 9, Jawa Timur 19, ditambah DKI Jakarta, DIY, dan Banten). Selanjutnya, Sumatera memiliki 22 lokasi (contoh: Aceh 3, Sumut 4, Sumbar 3, Sumsel 3, Riau 3, Kepulauan Riau 1, Jambi 2, Bengkulu 2, Lampung 1). Pulau Sulawesi mendapat 15 lokasi (termasuk Sulawesi Selatan 8, Sulut 2, Sulteng 2, Sulbar 2, Sultra 1). Wilayah Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Maluku masing-masing mendapat 4 lokasi, sedangkan Papua mendapat 3 lokasi.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan 53 titik prioritas tambahan di wilayah-wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi seperti Nusa Tenggara Timur, Papua, Kalimantan, dan Jawa Timur, sebagai bentuk komitmen mendalam dalam menekan angka putus sekolah.
Tahapan Pendaftaran Sekolah Rakyat
Pendaftaran siswa dan guru Sekolah Rakyat akan segera dibuka, dengan mekanisme yang lebih fleksibel. Penerimaan siswa tidak harus terikat dengan tahun ajaran baru. Proses seleksi akan melalui tahap verifikasi data ekonomi serta tes akademik dan psikologis untuk memastikan kesiapan siswa mengikuti sistem pendidikan berasrama.
Apa Bedanya dengan Sekolah Biasa?
Beberapa hal yang membedakan Sekolah Rakyat dengan sekolah biasa, antara lain:
- Biaya Pendidikan
Semua biaya di Sekolah Rakyat ditanggung negara, sementara sekolah biasa umumnya tetap membebankan sebagian biaya kepada orang tua siswa. - Fokus Pembelajaran
Sekolah Rakyat menitikberatkan pada pengembangan karakter, kepemimpinan, nasionalisme, dan keterampilan hidup. Dengan begitu, siswa tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga siap secara mental dan sosial. - Sasaran Khusus
Sekolah ini ditujukan hanya untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem sesuai data DTSEN, dengan fokus pada mereka yang paling rentan.
Dukungan Masyarakat: Yayasan dan Industri
Gerakan Sekolah Rakyat juga mendapat dukungan dari banyak pihak. Salah satu inisiatif swasta adalah Yayasan Sekolah Rakyat Indonesia (YSRI) yang menaungi jaringan sekolah gratis (sering disebut Sekolah Terbuka) di berbagai daerah. YSRI menyebut telah mengelola sekitar 50 sekolah gratis di seluruh Indonesia.
Tak hanya yayasan, sektor industri juga aktif berpartisipasi. Contohnya, perusahaan konveksi tas seperti Tasindo ikut mendukung melalui penyediaan perlengkapan sekolah. Tasindo memproduksi dan mendistribusikan tas berkualitas secara gratis kepada siswa Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan. Produksi tas ini dilakukan melalui pabrik tas Surabaya dan beberapa cabang produksi lainnya di wilayah Jawa.
Melalui kerja sama seperti ini, kebutuhan siswa dapat terpenuhi tanpa membebani keluarga mereka. Inisiatif dari pelaku industri seperti Tasindo menunjukkan bahwa kontribusi kecil, jika dilakukan bersama, dapat membawa perubahan besar.
Dengan berbagai dukungan yang datang dari pemerintah, yayasan, dan industri, Sekolah Rakyat telah menjadi model pendidikan gratis yang inklusif dan layak ditiru. Program ini tidak hanya membuka jalan menuju pendidikan yang lebih merata, tetapi juga memperkuat pondasi sosial dan ekonomi jangka panjang bagi generasi mendatang.
Hubungi kami sekarang jika Anda ingin berkolaborasi atau mendukung program pendidikan gratis ini. Mari bersama-sama mencerdaskan anak bangsa melalui Sekolah Rakyat.



