Category: Kabar Terkini

Wali Kota Neni Bagikan Tas Gratis untuk Siswa SMPN 9 Bontang

Admin Tasindo October 29, 2025 0

KOTA BONTANG – Suasana penuh keceriaan mewarnai halaman SMP Negeri 9 Bontang, Rabu (29/10/2025), saat Wali Kota Neni bagikan tas sekolah gratis kepada seluruh siswa. Program ini menjadi wujud nyata perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terhadap peningkatan mutu pendidikan sekaligus langkah meringankan beban orang tua siswa.

Momen Berkesan di SMPN 9 Bontang

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha, Wali Kota Neni bagikan tas secara simbolis kepada sejumlah siswa di hadapan dewan guru dan orang tua murid. Kehadiran Wali Kota yang akrab disapa Bunda Neni ini disambut antusias oleh para pelajar yang sejak pagi telah berkumpul di halaman sekolah.

“Tas ini mungkin sederhana, tapi maknanya besar. Kami ingin anak-anak Bontang bersemangat belajar tanpa harus khawatir tentang perlengkapan sekolah,” ujar Neni dalam sambutannya.

Ucapan itu pun disambut tepuk tangan meriah dari para siswa dan guru. Momen penyerahan tas berlangsung hangat, menggambarkan kepedulian nyata pemerintah terhadap dunia pendidikan di Bontang.

Antusiasme Siswa dan Dukungan Orang Tua

Ketika Wali Kota Neni bagikan tas satu per satu, wajah para siswa terlihat sumringah. Sebagian bahkan langsung mengenakan tas baru mereka dan memperlihatkannya kepada teman-teman dengan bangga. Momen ini menjadi bukti bahwa bantuan sederhana dapat memberi dampak besar bagi semangat belajar anak-anak.

Program pembagian tas sekolah gratis ini tidak hanya memberikan manfaat materiil, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi kepada siswa atas usaha dan kerja keras mereka selama menempuh pendidikan.

Bagi orang tua, bantuan ini membantu meringankan beban biaya perlengkapan sekolah. Biasanya biaya ini yang sering kali menjadi pengeluaran tambahan setiap tahun ajaran baru.

Komitmen Pemerintah untuk Pemerataan Pendidikan

Program Wali Kota Neni bagikan tas merupakan bagian dari komitmen Pemkot Bontang dalam pemerataan fasilitas pendidikan. Pemerintah ingin memastikan seluruh pelajar, tanpa memandang latar belakang ekonomi, dapat menikmati kesempatan belajar yang setara dan layak.

Langkah ini juga menjadi bagian dari visi Bontang sebagai kota yang peduli pendidikan dan berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia. Dengan memberikan dukungan nyata seperti tas sekolah gratis, pemerintah berharap semangat belajar siswa dapat terus tumbuh dan berkembang.

Apresiasi dari Sekolah dan Harapan ke Depan

Kepala Sekolah SMPN 9 Bontang, Lilyn Indiryawati, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian besar Pemkot terhadap dunia pendidikan.

“Bantuan ini sangat berarti bagi siswa kami. Selain meringankan orang tua, juga menjadi motivasi bagi anak-anak untuk lebih rajin belajar,” pungkasnya.

Ia berharap program Wali Kota Neni bagikan tas dapat terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya dan menyentuh lebih banyak sekolah di seluruh wilayah Bontang.

Hubungi Tasindo Berkat Mengalir, konveksi tas dan pabrik tas Surabaya terpercaya yang terus mendukung berbagai program pendidikan di Indonesia. Dukungan nyata dari berbagai pihak seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun generasi pelajar yang tangguh, percaya diri, dan siap bersaing di masa depan.

Tas dan Sepatu Gratis Bontang Ditarget Rampung Oktober 2025

Admin Tasindo September 30, 2025 0

Kebijakan pemerintah Kota Bontang kembali menjadi perhatian publik setelah mengumumkan percepatan penyaluran bantuan perlengkapan sekolah untuk siswa. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), program tas dan sepatu gratis ini diharapkan selesai pada Oktober 2025. Target ambisius tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Neni Moerniaeni yang ingin memastikan seluruh siswa di Bontang merasakan manfaat program sebelum perayaan ulang tahun kota.

 

Proses Distribusi Program Tas dan Sepatu Gratis

Menurut Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, distribusi bantuan saat ini masih berlangsung. Untuk sepatu, tahap kedua pengiriman segera tiba dengan jumlah sekitar 8.000 pasang. Sebelumnya, tahap pertama telah lebih dulu dibagikan kepada SMP negeri dan sekolah Advent, sedangkan tahap berikutnya menyasar SD, termasuk SD 01 dan SD 03 Bontang Utara.

Safa menjelaskan bahwa bantuan tas dan sepatu gratis diberikan secara bertahap agar distribusinya lebih teratur. Begitu barang tiba di pelabuhan, proses penyaluran langsung dilakukan ke sekolah-sekolah tanpa disimpan terlalu lama di gudang. Dengan cara ini, bantuan dapat segera dirasakan oleh siswa tanpa menunggu waktu lama.

Perluasan Cakupan Bantuan untuk Seluruh Siswa

Awalnya, program tas dan sepatu gratis hanya dirancang untuk siswa kelas satu. Namun, berkat arahan Wali Kota, cakupan diperluas menjadi seluruh jenjang siswa SD dan SMP. Perubahan ini membuat anggaran dan manajemen penyaluran harus disesuaikan kembali, tetapi tetap dianggap sebagai langkah positif karena lebih banyak anak bisa mendapatkan manfaat.

Kebijakan tersebut tidak hanya menambah jumlah penerima, tetapi juga memperkuat prinsip pemerataan pendidikan. Dengan semua siswa memperoleh bantuan yang sama, diharapkan tidak ada kesenjangan di dalam kelas maupun antar sekolah.

Rincian Anggaran dan Transparansi Program

Disdikbud menegaskan bahwa distribusi dilakukan dengan prinsip transparansi. Setiap paket yang dikirim diberi label nama sekolah untuk memudahkan pendataan dan memastikan tidak ada sekolah yang terlewat. Misalnya, kekurangan paket di SMP 1 akan segera dipenuhi pada pengiriman terakhir dengan jumlah seribu paket.

Anggaran pengadaan perlengkapan sekolah melalui program tas dan sepatu gratis ini cukup besar. Untuk SMP, dana sepatu mencapai Rp2,2 miliar dan tas Rp1,6 miliar. Tas yang dibagikan berwarna hitam dengan bahan tahan air serta dilengkapi logo Pemkot Bontang dan slogan “Berbenah.” Transparansi pengadaan juga terlihat dengan penggunaan e-katalog, yang memastikan proses lebih terbuka dan terpantau.

Keterlibatan Lokal dan Dampak Ekonomi

Selain fokus pada distribusi, program ini juga memberi dampak ekonomi yang cukup signifikan. Seragam sekolah dalam paket bantuan diproduksi oleh 60 penjahit lokal yang tersebar di Bontang. Dengan begitu, selain memberikan manfaat bagi siswa, program juga menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Keterlibatan para penjahit lokal ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berpikir tentang siswa, tetapi juga tentang pemberdayaan ekonomi warga. Langkah ini sejalan dengan semangat kolaborasi yang juga diterapkan oleh sektor swasta. Banyak pihak melihat bahwa kerja sama dengan pelaku usaha, termasuk konveksi tas maupun pabrik tas Surabaya, bisa membantu memenuhi kebutuhan produksi dalam jumlah besar sekaligus menjaga kualitas produk.

Tantangan dalam Distribusi dan Penyelesaiannya

Meski berjalan lancar, distribusi program tas dan sepatu gratis tidak lepas dari tantangan. Salah satunya adalah keterlambatan pengiriman barang karena jalur distribusi laut. Namun, Disdikbud menegaskan bahwa sistem distribusi bertahap dapat mengantisipasi masalah tersebut.

Proses ini juga mengajarkan pentingnya manajemen logistik yang baik. Dengan perencanaan matang, kendala distribusi bisa segera diatasi tanpa menimbulkan keluhan berkepanjangan dari masyarakat. Safa menekankan bahwa pihaknya berkomitmen tidak ada sekolah yang terlewat dari program bantuan ini.

Harapan Masyarakat dan Pemerintah Daerah

Bagi masyarakat, program tas dan sepatu gratis menjadi angin segar menjelang tahun ajaran baru. Orang tua merasa lebih tenang karena tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli perlengkapan sekolah, apalagi dengan harga perlengkapan yang semakin mahal.

Pemerintah daerah berharap program ini mampu meringankan beban keluarga, meningkatkan semangat belajar siswa, serta menjadi motivasi agar anak-anak tetap melanjutkan pendidikan. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan distribusi selesai tepat waktu sesuai target pada Oktober 2025.

Membangun Generasi Melalui Dukungan Nyata

Program tas dan sepatu gratis di Bontang merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap pendidikan. Dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari penjahit lokal hingga penyedia perlengkapan sekolah, program ini tidak hanya menyentuh aspek sosial tetapi juga memperkuat ekonomi daerah.

Hubungi kami sekarang untuk mengetahui bagaimana kolaborasi yang solid antara pemerintah dan sektor usaha dapat menciptakan manfaat luas bagi masyarakat. Tasindo Berkat Mengalir, sebuah bukti bahwa kepedulian bersama bisa menghadirkan perubahan nyata untuk generasi mendatang.

Atribut Sekolah Gratis Kaltim 2025 untuk 65 Ribu Siswa Baru

Admin Tasindo September 19, 2025 0

Program bantuan atribut sekolah gratis Kaltim pada tahun ajaran 2025/2026 menjadi kabar gembira bagi puluhan ribu orang tua siswa. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memastikan seluruh siswa baru di tingkat SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta akan mendapatkan perlengkapan sekolah tanpa biaya tambahan. Kebijakan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk nyata komitmen pemerintah untuk menekan beban ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan.

Ruang Lingkup Bantuan Atribut Sekolah Gratis

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Rahmat Ramadhan, menyampaikan bahwa lebih dari 65 ribu siswa baru akan menerima seragam nasional, seragam pramuka, sepatu, dan tas sekolah. Seluruh perlengkapan ini akan dibagikan setelah proses penerimaan siswa baru selesai, dengan penyaluran melalui masing-masing sekolah.

Bantuan atribut sekolah gratis Kaltim ini diharapkan tidak hanya membantu orang tua, tetapi juga memberi rasa percaya diri kepada siswa. Dengan seragam dan perlengkapan seragam yang seragam, siswa merasa setara dan lebih fokus pada kegiatan belajar tanpa dibayangi kekhawatiran soal biaya.

Dukungan Anggaran Pendidikan dari APBD

Untuk mendukung program ini, Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran hingga Rp700 miliar dalam APBD 2025. Dana tersebut tidak hanya mencakup pembagian atribut sekolah gratis Kaltim, tetapi juga mencakup Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) serta insentif bagi guru.

Alokasi anggaran ini mencerminkan prioritas pemerintah dalam menata sektor pendidikan. BOSP, misalnya, diarahkan untuk membantu siswa dan sekolah dalam berbagai kebutuhan operasional, mulai dari sarana pembelajaran hingga pengembangan kompetensi guru melalui pelatihan. Langkah ini menjadi penopang agar sistem pendidikan di Kaltim berjalan lebih efektif dan inklusif.

Manfaat Ekstrakurikuler Tanpa Biaya Tambahan

Salah satu manfaat tambahan dari program pendidikan tahun ini adalah dukungan bagi kegiatan ekstrakurikuler. Sebelumnya, siswa kerap dibebani biaya pendaftaran untuk mengikuti kegiatan tambahan di luar jam pelajaran. Kini, dengan adanya dukungan BOSP, seluruh kegiatan tersebut dapat diakses siswa secara gratis.

Kebijakan ini sejalan dengan semangat pemerataan pendidikan. Ekstrakurikuler, yang selama ini hanya bisa diikuti sebagian siswa karena faktor biaya, kini terbuka untuk semua kalangan. Dengan begitu, atribut sekolah gratis Kaltim tidak hanya berhenti pada perlengkapan fisik, tetapi juga membuka akses seluas-luasnya untuk pengembangan bakat dan minat siswa.

Tahapan Penerimaan dan Penyaluran Siswa Baru

Berdasarkan surat edaran resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, pelaksanaan sistem penerimaan murid baru (SPMB) dilakukan dalam dua tahap pada Juni 2025. Pendaftaran jalur domisili prioritas, afirmasi, prestasi, dan mutasi tugas orang tua berlangsung pada 16–19 Juni untuk tahap pertama, lalu 23–26 Juni untuk tahap kedua.

Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 20 Juni untuk tahap I dan 30 Juni untuk tahap II. Sementara itu, daftar ulang siswa baru dilakukan 1–3 Juli 2025, sebelum mereka resmi masuk sekolah pada 14 Juli 2025. Seluruh proses ini diatur agar penyaluran atribut sekolah gratis Kaltim bisa berjalan tepat waktu, menyentuh semua siswa yang berhak.

Keterlibatan Industri Lokal dalam Penyediaan Atribut

Penyediaan perlengkapan sekolah tidak bisa dilepaskan dari dukungan industri lokal. Seperti halnya pengadaan tas dan sepatu, pemerintah menggandeng penyedia terpercaya untuk menjamin kualitas produk. Dalam konteks ini, kontribusi sektor usaha seperti konveksi tas maupun pabrik tas Surabaya dapat menjadi bagian penting dalam memastikan pasokan berjalan lancar.

Dengan menggandeng pihak swasta, pemerintah tidak hanya memastikan mutu barang, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di tingkat lokal maupun regional. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa program pendidikan dapat mendorong pertumbuhan usaha di berbagai sektor.

Dampak Positif bagi Pendidikan dan Ekonomi

Kebijakan ini menghadirkan dampak ganda. Di satu sisi, siswa dan orang tua merasa terbantu dengan adanya atribut sekolah gratis Kaltim. Di sisi lain, roda ekonomi juga ikut bergerak karena adanya permintaan besar terhadap seragam, sepatu, dan tas sekolah.

Keterpaduan antara kebijakan sosial dan dukungan industri memperlihatkan betapa pentingnya sinergi dalam pembangunan pendidikan. Program ini bukan hanya investasi pada masa depan anak-anak Kaltim, tetapi juga investasi pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Harapan bagi Generasi Muda Kaltim

Lebih dari sekadar bantuan perlengkapan, program ini menumbuhkan harapan baru bagi generasi muda Kalimantan Timur. Dukungan pemerintah melalui anggaran yang besar, keterlibatan industri lokal, hingga perhatian pada kegiatan ekstrakurikuler, semuanya berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan.

Hubungi Tasindo Berkat Mengalir sekarang untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai program dan peluang yang dapat memperkuat pendidikan. Dengan semangat kebersamaan, setiap langkah kecil menuju akses pendidikan yang lebih baik akan membawa perubahan besar bagi masa depan Kaltim.

Seragam Gratis Parepare: 5 Ribu Siswa Terima Tas & Sepatu Baru

Admin Tasindo September 17, 2025 0

Di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, kebijakan baru pemerintah kota mencuri perhatian masyarakat. Tahun ajaran 2025 akan terasa berbeda bagi sekitar 5 ribu siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang akan menerima bantuan seragam gratis Parepare lengkap dengan tas dan sepatu baru. Program ini digagas sebagai wujud nyata dukungan pemerintah dalam meringankan beban orang tua sekaligus meningkatkan semangat belajar anak-anak di daerah tersebut.

Dampak Positif dari Bantuan Seragam untuk Siswa

Bantuan seragam gratis Parepare tidak hanya sekadar pakaian sekolah, tetapi juga sebuah simbol perhatian pemerintah terhadap masa depan generasi muda. Anak-anak yang mendapatkan seragam baru biasanya merasa lebih percaya diri ketika masuk sekolah, apalagi jika ditambah dengan tas dan sepatu yang layak. Rasa percaya diri ini penting karena dapat memengaruhi semangat belajar dan interaksi mereka dengan teman sebaya.

Selain itu, orang tua juga merasa terbantu karena tidak perlu lagi memikirkan biaya tambahan menjelang tahun ajaran baru. Apalagi biaya seragam, tas, dan sepatu sering kali menjadi pengeluaran besar, terutama bagi keluarga dengan lebih dari satu anak sekolah.

Rincian Program dan Target Penerima Manfaat

Program seragam gratis Parepare menyasar sekitar 5 ribu siswa baru di tingkat SD dan SMP. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parepare menyampaikan bahwa bantuan ini diberikan bukan hanya untuk siswa dari keluarga kurang mampu, tetapi juga berlaku bagi seluruh peserta didik baru. Dengan cara ini, tidak ada perbedaan perlakuan di antara siswa, sehingga semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk memulai sekolah dengan perlengkapan yang setara.

Paket bantuan terdiri dari satu stel seragam, tas, dan sepatu. Harapannya, semua perlengkapan ini dapat tersalurkan tepat waktu sebelum tahun ajaran baru dimulai. Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan wajib belajar 13 tahun, yang terus diperkuat oleh pemerintah daerah agar anak-anak tidak putus sekolah.

Manfaat Ekonomi dari Program Seragam

Selain bermanfaat untuk siswa, program seragam gratis Parepare juga memiliki dampak positif bagi perekonomian daerah. Pengadaan perlengkapan sekolah ini mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal, termasuk penyedia tas dan sepatu. Misalnya, peran konveksi tas di berbagai daerah sangat krusial dalam memenuhi kebutuhan ribuan unit tas sekolah. Keberadaan konveksi lokal memberi peluang kerja tambahan dan menggerakkan roda ekonomi di sekitar Parepare.

Tidak hanya konveksi lokal, pabrik tas Surabaya juga sering menjadi mitra penyedia produk dengan kapasitas besar dan kualitas terjamin. Dengan adanya kolaborasi semacam ini, distribusi tas sekolah bisa berjalan lancar sesuai dengan kebutuhan siswa. Ini membuktikan bahwa program pemerintah tidak hanya sekadar kebijakan sosial, tetapi juga strategi ekonomi yang memberi manfaat bagi berbagai pihak.

Harapan Pemerintah dan Masyarakat

Pemerintah Kota Parepare berharap, dengan adanya seragam gratis Parepare, para siswa bisa lebih bersemangat dalam belajar dan menggapai prestasi. Tidak ada lagi alasan bagi orang tua untuk menunda pendaftaran anaknya ke sekolah hanya karena terkendala biaya seragam.

Orang tua murid juga merasa lega dan bersyukur. Banyak yang mengakui bahwa program ini sangat membantu, terutama bagi keluarga dengan beberapa anak yang masuk sekolah di waktu bersamaan. Bantuan seragam, tas, dan sepatu baru tentu membuat mereka bisa mengalokasikan biaya sekolah untuk kebutuhan lain, seperti buku pelajaran atau biaya transportasi.

Masa Depan Program dan Kesinambungan Bantuan

Keberhasilan program seragam gratis Parepare tahun ini membuka peluang untuk memperluas manfaatnya di tahun-tahun mendatang. Pemerintah telah menyiapkan rencana agar bantuan seragam juga bisa menjangkau jenjang Taman Kanak-Kanak (TK). Meski saat ini TK belum masuk dalam nomenklatur Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD), wacana tersebut terus dibicarakan sebagai bagian dari penguatan program wajib belajar sejak usia dini.

Jika hal ini terealisasi, maka anak-anak di Parepare akan memiliki perlengkapan sekolah gratis mulai dari TK hingga SMP. Dengan begitu, beban biaya pendidikan dasar benar-benar bisa ditekan, dan semangat belajar anak-anak semakin meningkat.

Program seragam gratis Parepare bukan hanya langkah nyata dalam mendukung dunia pendidikan, tetapi juga bentuk komitmen pemerintah untuk menciptakan kesetaraan bagi seluruh siswa. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, baik masyarakat maupun penyedia perlengkapan sekolah, Parepare menegaskan posisinya sebagai kota yang peduli pada generasi muda.

Hubungi kami sekarang untuk mengetahui lebih banyak mengenai peran sektor lokal dalam mendukung program sosial yang berdampak luas. Tasindo Berkat Mengalir, menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

Baju Seragam Sekolah Gratis: Bupati Bagikan 3.350 Paket Tas

Admin Tasindo August 19, 2025 0

Kabar gembira datang bagi ribuan siswa di Kabupaten Sukamara. Pemerintah daerah melalui kepemimpinan Bupati H. Masduki resmi meluncurkan program baju seragam sekolah gratis yang disertai dengan pembagian tas bagi siswa baru di semua jenjang pendidikan. Program ini hadir sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap dunia pendidikan sekaligus meringankan beban orang tua di awal tahun ajaran baru.

Simbolis Penyerahan di Tengah Upacara Bendera

Dalam upacara bendera di halaman SDN Sungai Cabang Barat, Bupati Sukamara secara langsung menyerahkan baju seragam sekolah gratis beserta tas sekolah kepada perwakilan siswa. Momen ini dihadiri para siswa dari tingkat SD, SMP, hingga SMA sederajat. Kehadiran Bupati bukan hanya sebagai pejabat yang menyerahkan bantuan, tetapi juga sebagai simbol dukungan moral agar anak-anak terus bersemangat menempuh pendidikan.

Penyerahan secara simbolis ini menandai dimulainya distribusi ribuan paket kepada siswa baru. Menurut Bupati, pemberian seragam dan tas dilakukan khusus untuk siswa kelas 1 SD, kelas 7 SMP, serta kelas 10 SMA atau sederajat. Dengan begitu, seluruh siswa baru di Sukamara berkesempatan mendapatkan perlengkapan sekolah yang memadai.

Pendanaan Melalui Anggaran Daerah

Program baju seragam sekolah gratis ini sepenuhnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukamara Tahun Anggaran 2025. Pemerintah menegaskan bahwa bantuan ini tidak dipungut biaya apapun, sehingga seluruh siswa baru dapat menikmatinya tanpa terkecuali.

Menurut Bupati H. Masduki, langkah ini menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam memastikan pemerataan akses pendidikan. Dengan adanya dukungan anggaran, program ini diharapkan tidak hanya bertahan sesaat, tetapi juga berkelanjutan dari tahun ke tahun.

Jumlah Paket yang Dibagikan di Setiap Jenjang

Berdasarkan data resmi, jumlah paket yang disalurkan mencapai 3.350 unit. Rinciannya adalah:

  • Untuk jenjang SD/MI sebanyak 1.300 paket.
  • Untuk jenjang SMP/MTs sebanyak 1.050 paket.
  • Untuk jenjang SMA/SMK/MAN sebanyak 1.000 paket.

Setiap paket terdiri dari tas, seragam nasional, seragam pramuka, serta seragam batik Sukamara yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing siswa. Dengan perlengkapan lengkap seperti ini, para siswa tidak hanya merasa terbantu secara ekonomi, tetapi juga lebih siap dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Tujuan Program untuk Meringankan Beban Orang Tua

Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa program baju seragam sekolah gratis ini dirancang untuk mengurangi beban finansial orang tua, terutama bagi mereka yang baru menyekolahkan anaknya. Tahun ajaran baru sering kali identik dengan pengeluaran besar, mulai dari membeli seragam hingga perlengkapan sekolah lainnya.

Dengan adanya bantuan ini, orang tua dapat sedikit lebih lega karena kebutuhan dasar anak-anak sudah ditanggung pemerintah. Hal ini sekaligus membuktikan perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan masyarakatnya.

Meningkatkan Semangat Belajar Siswa

Selain membantu ekonomi keluarga, tujuan lain dari program ini adalah meningkatkan motivasi belajar siswa. Dengan seragam baru dan perlengkapan yang layak, anak-anak diharapkan lebih percaya diri ketika bersekolah. Rasa percaya diri tersebut akan berpengaruh pada semangat mereka dalam belajar dan mengikuti kegiatan sekolah.

Menurut Bupati, semangat belajar yang tumbuh sejak dini akan mendorong siswa untuk menyelesaikan pendidikan hingga tingkat yang lebih tinggi. Program baju seragam sekolah gratis ini menjadi salah satu cara agar anak-anak tidak mudah putus sekolah hanya karena keterbatasan biaya perlengkapan.

Peran Industri Lokal dalam Penyediaan Atribut

Di balik keberhasilan pengadaan seragam dan tas sekolah, ada kontribusi dari berbagai sektor usaha yang terlibat. Industri seperti konveksi tas dan juga pabrik tas Surabaya berperan dalam menyediakan perlengkapan dengan kualitas yang baik. Kerja sama ini tidak hanya memastikan tersedianya atribut sekolah tepat waktu, tetapi juga memberi dampak positif pada perekonomian lokal maupun regional.

Dukungan sektor usaha menunjukkan bahwa program pemerintah dapat menjadi pemicu berkembangnya industri dalam negeri. Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha ini menjadi contoh baik dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.

Harapan dari Program Pendidikan Sukamara

Bupati Sukamara berharap program ini menjadi langkah awal untuk menciptakan pemerataan pendidikan di semua jenjang. Lebih dari sekadar membagikan seragam, program ini menyampaikan pesan bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak tanpa terbebani masalah biaya.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah serta keterlibatan berbagai pihak, pendidikan di Sukamara diyakini akan semakin berkembang. Anak-anak dapat belajar dengan tenang, sementara orang tua merasa terbantu oleh perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar pendidikan.

Hubungi Tasindo Berkat Mengalir sekarang untuk memahami lebih jauh bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat mendorong pemerataan pendidikan. Dengan langkah bersama, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Tas & Seragam Gratis Koba Diserahkan Algafry untuk 216 Pelajar

Admin Tasindo August 12, 2025 0

Pendidikan merupakan hak dasar setiap anak, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) mengambil langkah nyata dengan menghadirkan program bantuan tas & seragam gratis untuk para pelajar di wilayahnya. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam mendukung akses pendidikan yang lebih layak bagi seluruh anak bangsa.

Program Bantuan Tas & Seragam Untuk Pelajar Koba

Pada Selasa (30/07/2024), halaman SMP Negeri 1 Koba menjadi saksi pembagian bantuan perlengkapan sekolah berupa tas & seragam. Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 216 paket bantuan disalurkan untuk siswa tingkat SD dan SMP yang berasal dari keluarga kurang mampu di Kecamatan Koba.

Bupati Algafry menekankan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap dunia pendidikan. Menurutnya, fasilitas dasar seperti tas & seragam adalah kebutuhan penting agar anak-anak dapat bersekolah dengan nyaman dan percaya diri. “Alhamdulillah, kita bagikan bantuan ini untuk meringankan beban orang tua sekaligus memberi motivasi lebih kepada anak-anak agar semangat menuntut ilmu,” ucapnya.

Rincian Jumlah Bantuan Yang Disalurkan

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Algafry menjelaskan bahwa total bantuan yang diberikan di Kecamatan Koba mencapai 216 paket. Dari jumlah tersebut, 116 paket ditujukan untuk siswa SD, sementara 100 paket diperuntukkan bagi pelajar SMP. Selain tas & seragam, sebanyak 300 paket buku tulis juga dibagikan kepada siswa kelas 7 SMP Negeri 1 Koba.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, baik bagi siswa maupun orang tua. Dengan adanya bantuan ini, orang tua tidak perlu khawatir dengan biaya tambahan di awal tahun ajaran baru. Sementara itu, anak-anak dapat merasa lebih percaya diri saat mengikuti proses belajar mengajar di sekolah.

Harapan Besar Dari Bantuan Perlengkapan Sekolah

Bupati Algafry menyampaikan harapannya agar bantuan ini tidak hanya sebatas meringankan beban finansial keluarga, tetapi juga memotivasi siswa. Motivasinya itu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk meraih cita-cita mereka, dan dukungan berupa tas & seragam menjadi salah satu faktor pendorong penting.

“Semoga anak-anak kita semakin giat belajar dan tidak putus sekolah. Kita ingin mereka tumbuh dengan semangat yang tinggi agar dapat menggapai impian sesuai cita-cita mereka,” ujar Algafry.

Distribusi Bantuan Di Seluruh Bangka Tengah

Tidak hanya di Kecamatan Koba, bantuan serupa juga akan disalurkan secara merata ke seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bangka Tengah. Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Bateng, Esdras Bangun, menyampaikan bahwa total paket bantuan yang akan dibagikan mencapai 1.200 paket tas & seragam. Jumlah ini diperuntukkan bagi 600 siswa SD dan 600 siswa SMP.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan 10.100 paket buku tulis yang akan didistribusikan untuk siswa kelas 1 SD dan kelas 7 SMP di seluruh Kabupaten Bangka Tengah. Dengan demikian, program ini benar-benar menjangkau semua pelajar yang membutuhkan, tanpa terkecuali.

Makna Penting Program Bantuan Pendidikan

Bantuan tas & seragam bukan hanya sekadar perlengkapan fisik. Lebih dari itu, program ini memiliki makna mendalam sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap anak-anak dari keluarga kurang mampu. Atribut sekolah seperti tas, seragam, dan buku tulis mampu menciptakan rasa percaya diri serta meningkatkan motivasi siswa dalam menempuh pendidikan.

Selain mendukung keberlangsungan pendidikan, bantuan ini juga mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar pelajar, diharapkan kualitas pendidikan di Bangka Tengah dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif jangka panjang bagi daerah.

Program pembagian seragam dan tas gratis di Koba menjadi langkah konkret pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang merata dan berkualitas. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, anak-anak di Bangka Tengah kini memiliki kesempatan yang lebih baik untuk meraih masa depan cerah melalui pendidikan.

Hubungi Tasindo Berkat Mengalir sekarang untuk mengetahui lebih banyak kisah inspiratif seputar program pendidikan di berbagai daerah. Sebagai konveksi tas berpengalaman dan juga bagian dari pabrik tas Surabaya, kami percaya bahwa semangat untuk terus mendukung pendidikan anak bangsa adalah kunci dalam membangun generasi yang unggul dan berdaya saing di masa depan.

Tas Gratis dan Bingkisan dari Wapres, Semangat Baru untuk Siswa!

Admin Tasindo August 4, 2025 0

Pagi yang cerah di Sonosewu, Bantul, terasa istimewa bagi siswa Sekolah Rakyat jenjang SMA DIY. Dengan seragam olahraga biru dongker, mereka tampak bahagia memeluk tas gratis dan bingkisan yang dikirim langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Bantuan ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Pemberian tas gratis dan bingkisan bukan hanya sekadar bantuan fisik, tetapi juga simbol semangat baru agar para siswa terus belajar dan berjuang meraih cita-cita. Kepedulian seperti ini mengingatkan bahwa setiap anak, tanpa melihat kondisi ekonomi, berhak mendapatkan pendidikan dan fasilitas yang layak.

Dukungan Pemerintah Lewat Tas dan Bingkisan untuk Anak Didik

Kepala Sekolah Rakyat jenjang SMA DIY, Agus Ristanto, menyampaikan rasa syukur atas perhatian Wakil Presiden yang mengirimkan tas dan bingkisan gratis untuk 200 siswa di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang telah melalui proses seleksi ketat.

Setiap siswa menerima satu tas dan paket berisi alat makan dan minum, handuk, perlengkapan mandi, serta alat tulis. Bantuan sederhana ini memberikan makna besar bagi anak-anak yang berjuang menempuh pendidikan di tengah keterbatasan.

Program seperti ini sejalan dengan semangat pabrik tas Surabaya seperti Tasindo Berkat Mengalir, yang mendukung kegiatan sosial dan pendidikan melalui penyediaan tas berkualitas. Kolaborasi antara pemerintah dan dunia industri menjadi langkah nyata dalam membangun generasi penerus yang tangguh.

Motivasi Baru dari Bantuan Tas dan Bingkisan

Bantuan tas gratis dan bingkisan juga menumbuhkan rasa percaya diri siswa. Agus berharap perhatian dari Wakil Presiden bisa menambah semangat mereka untuk terus belajar dan tidak mudah menyerah. Sekolah Rakyat Sonosewu sendiri merupakan bagian dari program pemerintah yang bertujuan memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan.

Para siswa di sekolah ini mendapat fasilitas lengkap, mulai dari biaya pendidikan gratis hingga tempat tinggal dan makan. Lingkungan sekolah yang bersih dan asri membuat mereka semakin nyaman menimba ilmu. Dukungan dari pihak swasta seperti pabrik tas turut memperkuat misi ini, menciptakan kesempatan pendidikan yang lebih merata di seluruh Indonesia.

Sekolah Rakyat, Harapan untuk Pendidikan yang Setara

Sekolah Rakyat hadir untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin tetap bisa bersekolah. Seluruh kegiatan mereka terjadwal rapi, mulai dari belajar hingga aktivitas asrama yang dibimbing oleh guru dan wali asrama. Pendekatan ini menumbuhkan kemandirian dan kedisiplinan sejak dini.

Kehadiran lembaga seperti Sekolah Rakyat membuktikan bahwa akses pendidikan gratis bisa menjadi solusi nyata untuk masa depan yang lebih baik. Dukungan berbagai pihak, menunjukkan peran penting dunia usaha dalam memperkuat sektor pendidikan melalui kerja sama yang saling menguntungkan.

Semangat Baru untuk Generasi Muda

Wajah gembira para siswa Sekolah Rakyat Sonosewu hari itu menjadi simbol harapan baru. Bantuan tas gratis dan bingkisan dari Wakil Presiden mengingatkan bahwa dukungan kecil bisa menumbuhkan semangat besar bagi masa depan anak-anak Indonesia.

Dengan lingkungan yang mendukung dan pendidikan yang terarah, generasi muda memiliki peluang lebih luas untuk tumbuh dan berprestasi.

Hubungi Tasindo untuk mengetahui bagaimana tas berkualitas buatan dalam negeri dapat berkontribusi pada pendidikan dan menumbuhkan semangat belajar anak-anak di Indonesia.

Program Seragam & Tas Gratis Direalisasi Bangka Barat di 2026

Admin Tasindo August 1, 2025 0

MENTOK – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat memastikan akan merealisasikan program seragam & tas gratis untuk siswa SD dan SMP pada tahun 2026 mendatang. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap peningkatan akses pendidikan dan pemerataan fasilitas bagi seluruh pelajar di wilayah tersebut.

Bupati Bangka Barat, Markus, menyampaikan bahwa program seragam & tas gratis diharapkan dapat membantu meringankan beban para orang tua, sekaligus memotivasi anak-anak untuk lebih semangat bersekolah.

“Nanti baju dan tas anak SD dan SMP diusulkan 2026, harapan kita bisa berjalan,” ujarnya, Minggu (27/7).

Bantuan Menjangkau Seluruh Siswa Baru

Markus menjelaskan, bantuan ini akan diberikan kepada seluruh siswa baru di tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Bangka Barat tanpa terkecuali. Dengan begitu, seluruh pelajar dapat memperoleh fasilitas yang sama di awal tahun ajaran.

“Kalau untuk anak SD dan SMP, semuanya siswa baru,” kata Markus menegaskan.

Selain meningkatkan semangat belajar, program seragam & tas gratis ini juga diharapkan menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menciptakan pemerataan pendidikan di seluruh kecamatan. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap anak di Bangka Barat dapat memulai sekolah dengan perlengkapan yang layak dan seragam.

Selaras dengan Peringatan Hari Anak Nasional

Rencana tersebut disampaikan bertepatan dengan perayaan Hari Anak Nasional 2025 yang jatuh pada 23 Juli lalu. Dalam kesempatan itu, Markus menekankan pentingnya pendidikan karakter sejak dini sebagai fondasi menuju generasi Bangka Barat yang bermartabat.

“Saya berharap pendidikan anak sejak dini bisa membentuk karakter anak untuk menuju Bangka Barat bermartabat dan lebih hebat lagi ke depannya,” ujar Markus.

Ia juga menambahkan, pembinaan anak harus dimulai dari usia paling awal. Seperti halnya di jenjang TK dan PAUD agar mereka terbiasa dengan lingkungan belajar sejak dini. “Ketika anak masuk SD, mereka tidak canggung lagi dan sudah siap mengikuti pelajaran,” tambahnya.

Prioritas Pendidikan untuk Semua Anak

Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bangka Barat, Henky Wibawa, menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini menjadi prioritas utama pembangunan daerah.

“Pendidikan sama, menjadi hak warga negara. Mari bersama-sama memberikan yang terbaik untuk pendidikan menyiapkan anak-anak kita, agar bisa mewujudkan Indonesia emas,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa program seragam & tas gratis ini juga mendukung penerapan wajib belajar 13 tahun, mencakup satu tahun pendidikan prasekolah dan 12 tahun pendidikan dasar dan menengah. Program tersebut merupakan bagian dari Asta Cita, yaitu strategi pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul yang diusung pemerintah.

“Wajib belajar 13 tahun ditujukan untuk meningkatkan kualitas SDM dan mempersiapkan anak-anak Indonesia menghadapi tantangan masa depan,” ujar Henky.

Dukungan untuk Pemerataan Pendidikan

Program bantuan seragam & tas gratis menjadi langkah penting dalam mewujudkan pemerataan pendidikan di Kabupaten Bangka Barat. Selain mengurangi beban finansial keluarga, inisiatif ini juga menciptakan kesetaraan bagi seluruh siswa tanpa memandang latar belakang ekonomi.

Dengan dukungan penuh berbagai pihak, pemerintah berharap kegiatan ini menjadi contoh sinergi positif antara kepedulian sosial dan pembangunan pendidikan daerah.

Sebagai bagian dari upaya keberlanjutan, penyediaan perlengkapan sekolah seperti tas dan seragam juga melibatkan industri dalam negeri, termasuk sektor konveksi tas dan pabrik tas Surabaya yang turut berperan dalam proses pengadaan. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat perekonomian lokal, tetapi juga memastikan kualitas produk yang diterima siswa terjaga dengan baik.

Hubungi Tasindo Berkat Mengalir sekarang untuk mengetahui lebih banyak kisah inspiratif seputar program pendidikan dan kontribusi sosial di berbagai daerah. Bersama semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masa depan anak bangsa, pendidikan yang inklusif dan berkualitas dapat benar-benar terwujud.

Seragam Gratis dari Pemko Diterima 6.965 Siswa Tanjungpinang

Admin Tasindo July 30, 2025 0

Tanjungpinang – Kabar menggembirakan datang bagi para orang tua murid di Tanjungpinang. Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang resmi menyalurkan bantuan seragam gratis dari Pemko kepada 6.965 peserta didik baru untuk tahun ajaran 2025/2026.

Tak hanya seragam, bantuan tersebut juga mencakup tas sekolah dan sepatu. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Wali Kota Lis Darmansyah dan Wakil Wali Kota Raja Ariza untuk mendorong pemerataan pendidikan sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga, terutama bagi masyarakat kurang mampu.

Ribuan Siswa Terima Bantuan Lengkap

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syafari, menjelaskan bahwa bantuan seragam gratis dari Pemko diberikan kepada siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Total penerima bantuan terdiri atas 3.378 siswa SD dan 3.587 siswa SMP. Masing-masing peserta didik mendapatkan empat stel seragam sekolah, satu tas sekolah, dan satu pasang sepatu.

“Empat stel seragam tersebut terdiri dari seragam OSIS, batik, baju kurung, dan pakaian olahraga. Semua perlengkapan ini diberikan secara gratis kepada seluruh siswa baru,” ujar Teguh, Kamis (24/7/2025).

Pengadaan dan Distribusi Dilakukan Cepat

Proses pengadaan seragam gratis dari Pemko telah dimulai segera setelah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) selesai dilaksanakan. Data hasil PPDB menjadi dasar utama dalam memastikan bantuan disalurkan secara tepat sasaran kepada siswa yang berhak menerima.

Teguh menyampaikan bahwa program ini sebenarnya sudah berjalan sejak tahun sebelumnya. Hanya saja, pada tahun lalu siswa baru menerima dua stel seragam. Atas arahan langsung dari Wali Kota Lis Darmansyah, tahun ini jumlahnya ditingkatkan menjadi empat stel dengan tambahan tas dan sepatu.

“Pak Wali menginginkan dukungan maksimal sejak awal masuk sekolah. Beliau meminta agar perlengkapan ditambah supaya anak-anak bisa lebih siap dan percaya diri,” jelas Teguh.

Pemko menargetkan proses distribusi selesai sebelum pertengahan semester sehingga seluruh siswa sudah dapat mengenakan seragam, tas, dan sepatu baru di awal tahun ajaran.

Wujud Komitmen Pemerintah untuk Pendidikan Merata

Program seragam gratis dari Pemko merupakan salah satu prioritas utama Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam menciptakan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkeadilan sosial. Selain meringankan beban biaya pendidikan, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar dan rasa percaya diri para siswa.

“InsyaAllah sebelum pertengahan semester, semua bantuan sudah sampai ke tangan siswa,” ungkap Teguh optimis.

Langkah ini menjadi bentuk nyata perhatian Pemko terhadap generasi muda agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar tanpa hambatan ekonomi. Dukungan dari seluruh pihak, termasuk dunia usaha dan masyarakat, menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program ini.

Kolaborasi dengan Pelaku Industri Lokal

Dalam pelaksanaan program ini, Pemko bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pelaku industri lokal seperti konveksi tas seminar dan pabrik tas Surabaya. Kolaborasi ini membantu memperlancar distribusi perlengkapan sekolah dan memberi dampak positif pada sektor ekonomi kreatif serta industri dalam negeri.

Dengan melibatkan produsen lokal, kualitas produk seperti tas dan seragam lebih terjamin. Langkah ini juga membuka peluang kerja bagi masyarakat.

Hubungi Tasindo Berkat Mengalir untuk mengetahui kisah inspiratif kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri lokal dalam mendukung pendidikan Indonesia. Dengan kepedulian dan kerja sama berkelanjutan, cita-cita menuju pendidikan yang merata dan berkualitas dapat terwujud.

Seragam Sekolah Gratis Bontang Libatkan 60 Penjahit Lokal

Admin Tasindo July 2, 2025 0

Program bantuan seragam sekolah gratis yang digagas Pemerintah Kota Bontang menjadi sorotan masyarakat karena memberikan angin segar bagi orang tua siswa yang sedang menghadapi biaya pendidikan. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), kebijakan ini dirancang untuk meringankan beban ekonomi dan memastikan setiap anak berhak mendapatkan perlengkapan sekolah yang layak.

Arahan Pemerintah Terkait Seragam Sekolah Gratis

Plt Kepala Disdikbud Kota Bontang, Saparuddin, menegaskan bahwa sekolah tidak boleh mewajibkan orang tua untuk membeli seragam nasional seperti putih-merah bagi SD atau putih-biru bagi SMP. Hal ini karena saat ini sudah berlangsung program bantuan seragam sekolah gratis yang akan dibagikan menjelang tahun ajaran baru.

Saparuddin juga mengingatkan orang tua agar tidak terburu-buru membeli seragam sebelum program tersalurkan sepenuhnya. Bahkan, pihak dinas meminta laporan jika masih ada sekolah yang memaksa pembelian seragam. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga transparansi sekaligus melindungi masyarakat dari biaya tambahan yang seharusnya tidak perlu dikeluarkan.

Proses Pengadaan Seragam Sekolah Gratis di Bontang

Proses pengadaan kain seragam kini sudah berjalan. Pada tahap awal, sekitar 10 ribu meter kain telah masuk ke Kota Bontang, sementara kebutuhan total mencapai 35 ribu meter untuk atasan dan 40 ribu meter untuk bawahan. Sebelum disalurkan ke sekolah, kain tersebut akan disortir dan kemudian diberikan kepada para penjahit lokal yang sudah terdaftar.

Yang menarik, sebanyak 60 penjahit lokal diberdayakan untuk menangani pembuatan seragam sekolah gratis ini. Setiap penjahit diberi tanggung jawab khusus untuk satu sekolah, sehingga sistem kerja lebih tertata dan terarah. Dengan target penyelesaian pada Agustus, program ini diharapkan rampung tepat waktu sesuai kebutuhan siswa.

Keterlibatan Penjahit Lokal dan Dampaknya

Keterlibatan penjahit lokal dalam program ini bukan hanya soal teknis pembuatan seragam. Lebih dari itu, pemerintah ingin memastikan bahwa kebijakan sosial juga dapat memberi manfaat ekonomi. Para penjahit lokal mendapat kesempatan memperoleh penghasilan tambahan, sehingga program seragam sekolah gratis ini memberikan dampak ganda: membantu siswa sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Konsep pemberdayaan lokal ini sejalan dengan semangat kolaborasi yang juga didukung oleh sektor swasta. Tidak sedikit pihak yang menilai langkah ini bisa diperkuat dengan menggandeng mitra usaha seperti konveksi tas maupun pabrik tas Surabaya agar kebutuhan atribut sekolah lain, seperti tas, dapat terpenuhi dengan lebih baik.

Distribusi Sepatu dan Tas Lebih Lancar

Di luar pengadaan kain seragam, proses pengadaan tas dan sepatu berjalan relatif lancar. Melalui sistem e-katalog, pengadaan dinilai lebih efisien karena langsung terhubung dengan pabrik penyedia. Tas sekolah, misalnya, dirancang sederhana tanpa ukuran khusus, berwarna hitam dominan, dan dilengkapi dengan logo Pemkot serta slogan “Berbenah.”

Sementara itu, distribusi sepatu tidak mengalami kendala berarti. Hal ini membuktikan bahwa sistem pengadaan berbasis teknologi dapat mempercepat proses sekaligus menjaga kualitas produk yang diterima siswa.

Pengukuran dan Penyesuaian Ukuran Siswa

Agar distribusi seragam lebih tepat sasaran, pemerintah juga mengatur mekanisme pengukuran bagi siswa. Untuk siswa baru, pengukuran dilakukan saat proses daftar ulang pada 26 Juni mendatang. Sedangkan bagi siswa kelas 1–5 SD serta 7–8 SMP, pengukuran sudah lebih dulu dilakukan. Dengan cara ini, diharapkan seragam yang dibagikan benar-benar sesuai dengan ukuran tubuh siswa, sehingga nyaman digunakan sehari-hari.

Langkah ini menjadi salah satu bentuk keseriusan pemerintah dalam menyukseskan program seragam sekolah gratis agar tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga memberi kenyamanan bagi anak-anak di sekolah.

Alokasi Anggaran dan Komitmen Pemerintah

Program bantuan ini juga didukung oleh anggaran yang besar dari APBD Kota Bontang. Pemerintah mengalokasikan Rp7 miliar untuk seragam SD, Rp3,8 miliar untuk SMP, Rp4,6 miliar untuk sepatu SD, dan Rp2,2 miliar untuk sepatu SMP. Sementara anggaran untuk tas mencapai Rp3,4 miliar bagi SD dan Rp1,6 miliar bagi SMP.

Dengan dukungan anggaran yang signifikan ini, pemerintah menunjukkan keseriusannya dalam menghadirkan program pendidikan yang benar-benar berdampak. Besarnya alokasi dana juga menjadi bukti bahwa pendidikan adalah prioritas utama dalam pembangunan daerah.

Masa Depan Pendidikan Bontang Lebih Inklusif

Melalui program seragam sekolah gratis, Pemerintah Kota Bontang ingin menciptakan pendidikan yang lebih inklusif dan merata. Tidak ada lagi perbedaan antara siswa yang mampu membeli seragam dengan yang tidak, karena semuanya mendapatkan hak yang sama.

Hubungi kami sekarang untuk mengetahui bagaimana kolaborasi nyata antara pemerintah dan masyarakat bisa memperkuat kualitas pendidikan. Tasindo Berkat Mengalir, membuktikan bahwa kepedulian bersama dapat membawa perubahan nyata bagi generasi mendatang.

Home
WhatsApp
Lokasi
Phone
Katalog