Seragam Sekolah Gratis Bontang Libatkan 60 Penjahit Lokal

Seragam Sekolah Gratis Bontang Libatkan 60 Penjahit Lokal

Program bantuan seragam sekolah gratis yang digagas Pemerintah Kota Bontang menjadi sorotan masyarakat karena memberikan angin segar bagi orang tua siswa yang sedang menghadapi biaya pendidikan. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), kebijakan ini dirancang untuk meringankan beban ekonomi dan memastikan setiap anak berhak mendapatkan perlengkapan sekolah yang layak.

Arahan Pemerintah Terkait Seragam Sekolah Gratis

Plt Kepala Disdikbud Kota Bontang, Saparuddin, menegaskan bahwa sekolah tidak boleh mewajibkan orang tua untuk membeli seragam nasional seperti putih-merah bagi SD atau putih-biru bagi SMP. Hal ini karena saat ini sudah berlangsung program bantuan seragam sekolah gratis yang akan dibagikan menjelang tahun ajaran baru.

Saparuddin juga mengingatkan orang tua agar tidak terburu-buru membeli seragam sebelum program tersalurkan sepenuhnya. Bahkan, pihak dinas meminta laporan jika masih ada sekolah yang memaksa pembelian seragam. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga transparansi sekaligus melindungi masyarakat dari biaya tambahan yang seharusnya tidak perlu dikeluarkan.

Proses Pengadaan Seragam Sekolah Gratis di Bontang

Proses pengadaan kain seragam kini sudah berjalan. Pada tahap awal, sekitar 10 ribu meter kain telah masuk ke Kota Bontang, sementara kebutuhan total mencapai 35 ribu meter untuk atasan dan 40 ribu meter untuk bawahan. Sebelum disalurkan ke sekolah, kain tersebut akan disortir dan kemudian diberikan kepada para penjahit lokal yang sudah terdaftar.

Yang menarik, sebanyak 60 penjahit lokal diberdayakan untuk menangani pembuatan seragam sekolah gratis ini. Setiap penjahit diberi tanggung jawab khusus untuk satu sekolah, sehingga sistem kerja lebih tertata dan terarah. Dengan target penyelesaian pada Agustus, program ini diharapkan rampung tepat waktu sesuai kebutuhan siswa.

Keterlibatan Penjahit Lokal dan Dampaknya

Keterlibatan penjahit lokal dalam program ini bukan hanya soal teknis pembuatan seragam. Lebih dari itu, pemerintah ingin memastikan bahwa kebijakan sosial juga dapat memberi manfaat ekonomi. Para penjahit lokal mendapat kesempatan memperoleh penghasilan tambahan, sehingga program seragam sekolah gratis ini memberikan dampak ganda: membantu siswa sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Konsep pemberdayaan lokal ini sejalan dengan semangat kolaborasi yang juga didukung oleh sektor swasta. Tidak sedikit pihak yang menilai langkah ini bisa diperkuat dengan menggandeng mitra usaha seperti konveksi tas maupun pabrik tas Surabaya agar kebutuhan atribut sekolah lain, seperti tas, dapat terpenuhi dengan lebih baik.

Distribusi Sepatu dan Tas Lebih Lancar

Di luar pengadaan kain seragam, proses pengadaan tas dan sepatu berjalan relatif lancar. Melalui sistem e-katalog, pengadaan dinilai lebih efisien karena langsung terhubung dengan pabrik penyedia. Tas sekolah, misalnya, dirancang sederhana tanpa ukuran khusus, berwarna hitam dominan, dan dilengkapi dengan logo Pemkot serta slogan “Berbenah.”

Sementara itu, distribusi sepatu tidak mengalami kendala berarti. Hal ini membuktikan bahwa sistem pengadaan berbasis teknologi dapat mempercepat proses sekaligus menjaga kualitas produk yang diterima siswa.

Pengukuran dan Penyesuaian Ukuran Siswa

Agar distribusi seragam lebih tepat sasaran, pemerintah juga mengatur mekanisme pengukuran bagi siswa. Untuk siswa baru, pengukuran dilakukan saat proses daftar ulang pada 26 Juni mendatang. Sedangkan bagi siswa kelas 1–5 SD serta 7–8 SMP, pengukuran sudah lebih dulu dilakukan. Dengan cara ini, diharapkan seragam yang dibagikan benar-benar sesuai dengan ukuran tubuh siswa, sehingga nyaman digunakan sehari-hari.

Langkah ini menjadi salah satu bentuk keseriusan pemerintah dalam menyukseskan program seragam sekolah gratis agar tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga memberi kenyamanan bagi anak-anak di sekolah.

Alokasi Anggaran dan Komitmen Pemerintah

Program bantuan ini juga didukung oleh anggaran yang besar dari APBD Kota Bontang. Pemerintah mengalokasikan Rp7 miliar untuk seragam SD, Rp3,8 miliar untuk SMP, Rp4,6 miliar untuk sepatu SD, dan Rp2,2 miliar untuk sepatu SMP. Sementara anggaran untuk tas mencapai Rp3,4 miliar bagi SD dan Rp1,6 miliar bagi SMP.

Dengan dukungan anggaran yang signifikan ini, pemerintah menunjukkan keseriusannya dalam menghadirkan program pendidikan yang benar-benar berdampak. Besarnya alokasi dana juga menjadi bukti bahwa pendidikan adalah prioritas utama dalam pembangunan daerah.

Masa Depan Pendidikan Bontang Lebih Inklusif

Melalui program seragam sekolah gratis, Pemerintah Kota Bontang ingin menciptakan pendidikan yang lebih inklusif dan merata. Tidak ada lagi perbedaan antara siswa yang mampu membeli seragam dengan yang tidak, karena semuanya mendapatkan hak yang sama.

Hubungi kami sekarang untuk mengetahui bagaimana kolaborasi nyata antara pemerintah dan masyarakat bisa memperkuat kualitas pendidikan. Tasindo Berkat Mengalir, membuktikan bahwa kepedulian bersama dapat membawa perubahan nyata bagi generasi mendatang.

Home
WhatsApp
Lokasi
Phone
Katalog