Sebelum Custom Tas, Tentukan Fungsi Dulu atau Model Dulu?

Saat ingin membuat tas custom, prosesnya sering dimulai dengan kalimat: “Modelnya mau seperti ini.” Referensi tas dibuka, bentuk dipilih, warna ditentukan, baru setelah itu mulai memikirkan barang apa yang sebenarnya akan dibawa. Padahal urutan seperti ini bisa membuat desain terlihat menarik tetapi kurang sesuai saat digunakan. Jadi, Sobat Tasindo, sebelum custom tas sebaiknya tentukan fungsi terlebih dahulu, kemudian model mengikuti kebutuhan tersebut.

Kenapa Fungsi Sebaiknya Ditentukan Lebih Dulu?

Dalam proses desain produk, memahami kebutuhan pengguna memang menjadi tahap awal yang penting. Design Council melalui kerangka Double Diamond menempatkan proses Discover dan Define sebelum mengembangkan solusi. Artinya, kebutuhan pengguna dan masalah yang ingin diselesaikan dipahami terlebih dahulu sebelum desain final dikembangkan. Prinsip yang sama cukup relevan saat membuat tas. Kalau tas ditujukan untuk membawa laptop, tentu kebutuhan desainnya berbeda dengan tas untuk event yang hanya membawa smartphone, notebook, dan merchandise kecil.

Fungsi Menentukan Ukuran dan Kapasitas

Model yang terlihat keren belum tentu mempunyai kapasitas yang sesuai. Misalnya sebuah ransel dibuat sangat compact karena ingin terlihat minimalis. Setelah digunakan, ternyata laptop, tumbler, charger, dan notebook sulit masuk bersamaan. Sebaliknya, tas yang terlalu besar juga bisa terasa berlebihan jika pengguna hanya membawa beberapa barang kecil. Osprey menjelaskan bahwa aktivitas menjadi salah satu faktor utama dalam memilih tas karena kegiatan yang berbeda membutuhkan kapasitas, bobot, material, dan fitur yang berbeda. Jadi sebelum menentukan dimensi, buat dulu daftar isi tas.

Fungsi Juga Menentukan Model Tas

Bayangkan tiga kebutuhan berbeda: Event singkat Pengguna hanya membawa HP, dompet, kartu, dan beberapa barang kecil. Waistbag atau slingbag compact mungkin sudah cukup. Kerja kantoran Laptop, charger, dokumen, tumbler, dan perlengkapan kerja membutuhkan ruang lebih besar. Ransel atau messenger bag bisa lebih relevan. Aktivitas gym Pakaian, handuk, botol, dan perlengkapan tambahan membutuhkan konfigurasi berbeda lagi. Bahkan dalam satu lini produk, Osprey membedakan model berdasarkan penggunaan: Daylite Sling untuk light urban carry, Daylite Messenger untuk commuting, dan Daylite Large Tote untuk gym serta perjalanan singkat. Jadi model sebenarnya adalah jawaban dari kebutuhan, bukan titik awal satu-satunya.

Kompartemen Baru Ditentukan Setelah Tahu Barangnya

Jumlah kompartemen juga sebaiknya tidak diputuskan hanya karena terlihat lengkap. Sobat Tasindo, daripada bertanya: “Bisa dibuat tiga kompartemen?” lebih baik tanyakan: “Barang apa yang perlu dipisahkan?” Dari situ, jumlah ruang akan lebih mudah ditentukan.

Material Juga Mengikuti Fungsi

Tas kerja, tas event, tas outdoor, dan tas merchandise tidak selalu membutuhkan material yang sama. Jika produk sering digunakan di luar ruangan, ketahanan terhadap kelembapan atau gesekan mungkin perlu lebih diperhatikan. Jika konsepnya tas ringan untuk event, bobot dan fleksibilitas material bisa menjadi prioritas. Kalau ingin bentuk tas lebih structured, karakter material serta konstruksi internal juga ikut menentukan hasil akhirnya. Artinya, memilih bahan berdasarkan tampilannya saja belum cukup.

Apakah Model Tidak Penting?

Tetap penting. Desain yang menarik membuat tas lebih enak dilihat dan lebih mungkin ingin digunakan. Namun model sebaiknya dikembangkan setelah batas kebutuhan dasarnya jelas. Urutan sederhananya bisa seperti ini:

  1. tentukan siapa penggunanya;
  2. tentukan aktivitasnya;
  3. daftar barang yang dibawa;
  4. tentukan kapasitas dan kompartemen;
  5. baru kembangkan bentuk, material, warna, dan branding.

Dengan urutan tersebut, desain masih bisa kreatif tanpa mengorbankan fungsi.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Salah satu kesalahan paling umum adalah terlalu terpaku pada foto referensi. Misalnya sebuah model terlihat bagus di Pinterest atau katalog, kemudian dibuat hampir sama tanpa mengecek apakah kebutuhan penggunanya juga sama. Padahal satu tas bisa dirancang untuk city trip, sedangkan tas custom yang sedang dibuat justru untuk pekerja lapangan. Tampilannya boleh menjadi inspirasi. Fungsinya belum tentu harus ditiru.

Kesimpulan

Sebelum custom tas, fungsi sebaiknya ditentukan terlebih dahulu lalu model dikembangkan mengikuti kebutuhan tersebut. Fungsi akan membantu menentukan kapasitas, jumlah kompartemen, akses barang, material, strap, dan berbagai detail konstruksi. Setelah kebutuhan dasarnya jelas, barulah desain visual bisa dikembangkan dengan lebih terarah. Jadi, Sobat Tasindo, jangan mulai dari: “Tasnya mau bentuk apa?” Mulailah dari: “Tas ini nanti dipakai untuk apa?” Dari satu pertanyaan itu, banyak keputusan desain Tasindo/TBM akan menjadi jauh lebih mudah.

Kami melayani pembuatan tas custom untuk kantor, event, dan komunitas, Ingin tas custom dengan logo perusahaan? Solusi tas custom berkualitas untuk kebutuhan bisnis Anda – pesan hari ini.

Kunjungi Pabrik Tas Indonesia Terbesar & Terpercaya