Memilih Furing Tas Custom: Apa yang Perlu Ditentukan Sebelum Produksi? Saat ingin memesan tas custom, kebanyakan orang biasanya lebih dulu memperhatikan bagian luarnya. Mulai dari model, warna, bahan utama, sampai posisi logo. Sementara itu, bagian dalam tas sering kali baru diperhatikan ketika melihat sampelnya secara langsung.
Padahal, bagian dalam juga punya peran penting. Pernah membuka tas yang bagian luarnya terlihat bagus, tetapi kain di dalamnya terasa terlalu tipis, mudah tertarik, atau kurang rapi? Hal seperti ini menunjukkan bahwa pemilihan lapisan dalam sebaiknya tidak dianggap sebagai detail tambahan saja.
Karena itu, memilih furing tas custom perlu dilakukan sejak tahap konsultasi. Bukan berarti setiap tas harus menggunakan lapisan yang mahal, tetapi jenis dan konstruksinya perlu disesuaikan dengan fungsi tas, barang yang dibawa, serta kebutuhan pemesan.
Table of Contents
ToggleApa Itu Furing dan Apa Fungsinya pada Tas Custom?
Furing atau lining merupakan lapisan bahan yang dipasang pada bagian dalam tas. Lapisan ini biasanya digunakan untuk menutup bagian konstruksi interior, membantu membentuk ruang penyimpanan, dan memberikan tampilan bagian dalam yang lebih rapi.
Pada beberapa desain, furing juga menjadi bagian dari pembuatan kantong tambahan atau sekat penyimpanan. Namun, furing berbeda dari busa pelindung atau material penguat. Ketiganya bisa digunakan secara bersamaan, tetapi mempunyai fungsi yang tidak selalu sama.
Misalnya, ransel kantor dapat menggunakan bahan luar yang cukup kokoh, lapisan furing untuk bagian dalam, serta bantalan khusus pada kompartemen laptop. Jadi, keberadaan furing tidak otomatis membuat tas lebih tahan benturan atau sepenuhnya kedap air.
Jenis Bahan Furing yang Bisa Dipertimbangkan
Bahan furing mempunyai karakter berbeda-beda, tergantung jenis serat, struktur kain, ketebalan, dan finishing-nya. Karena itu, jangan hanya memilih berdasarkan nama material tanpa melihat sampelnya.
Furing Polyester
Polyester termasuk material sintetis yang banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan pelapis tas. Pilihan kainnya cukup beragam, mulai dari yang tipis dan ringan hingga konstruksi lebih padat.
Material ini dapat dipertimbangkan untuk tas seminar, ransel, atau tas merchandise yang membutuhkan interior praktis. Namun, kualitas akhirnya tetap dipengaruhi oleh konstruksi kain dan cara pemasangannya.
Jika vendor menawarkan beberapa pilihan polyester, mintalah contoh material agar bisa membandingkan tekstur, kerapatan, dan tingkat kelenturannya.
Furing Nylon
Nylon juga digunakan sebagai material lapisan dalam pada beberapa jenis tas. Bergantung pada konstruksinya, kain nylon dapat memiliki permukaan yang halus dan ketahanan terhadap abrasi yang sesuai untuk kebutuhan tertentu.
Material ini bisa dipertimbangkan untuk tas yang sering digunakan, tetapi tidak berarti semua nylon otomatis lebih kuat daripada polyester.
Sebagai bahan pembanding, perhatikan spesifikasi kain secara menyeluruh, bukan hanya jenis seratnya.
Furing Nonwoven atau Spunbond
Material nonwoven, seperti spunbond, mempunyai konstruksi berbeda dari kain tenun polyester atau nylon.
Untuk jenis tas tertentu, material ini dapat dipertimbangkan sebagai pelapis atau komponen interior yang ekonomis. Namun, kelayakannya perlu disesuaikan dengan beban penggunaan, bentuk tas, dan kebutuhan ketahanan jahitan.
Tidak semua spunbond cocok untuk tas yang sering membawa barang berat. Pemilihan gramasi dan konstruksi pemasangannya perlu dibahas sebelum produksi.
Apakah Semua Tas Custom Harus Menggunakan Furing?
Tidak semua tas harus mempunyai lapisan dalam terpisah. Kebutuhannya bergantung pada desain, konstruksi, material utama, dan tujuan penggunaan.
Misalnya, beberapa desain totebag sederhana menggunakan konstruksi satu lapis. Jika bagian dalam sudah dirancang dengan rapi dan materialnya sesuai, penambahan furing mungkin tidak menjadi prioritas utama.
Sebaliknya, tas kantor atau ransel dengan banyak kompartemen dapat membutuhkan lapisan dalam untuk mendukung konstruksi interior. Lapisan tersebut membantu menutup sambungan tertentu dan membuat ruang penyimpanan lebih tertata.
Artinya, furing sebaiknya dipilih berdasarkan kebutuhan nyata. Jangan langsung menambahkannya hanya karena ingin tas terlihat lebih premium, terutama jika fungsi dan dampaknya terhadap desain belum dipertimbangkan.
Hal Penting Saat Menentukan Spesifikasi Furing Tas
Sebelum menentukan material, ada beberapa hal yang sebaiknya dibahas bersama vendor.
1. Ketebalan dan Kerapatan Bahan
Furing yang terlalu tipis untuk penggunaan tertentu mungkin kurang sesuai ketika sering mengalami gesekan atau tarikan dari barang bawaan.
Namun, bahan yang lebih tebal belum tentu selalu lebih baik. Lapisan yang terlalu kaku dapat memengaruhi bentuk tas atau mengurangi fleksibilitas ruang penyimpanan.
Jika memungkinkan, mintalah contoh material untuk menilai apakah karakter bahannya sesuai dengan fungsi tas yang direncanakan.
2. Warna Furing
Warna bagian dalam juga dapat memengaruhi pengalaman penggunaan tas.
Furing berwarna gelap dapat memberikan tampilan interior yang serasi dengan desain luar. Sementara itu, warna yang lebih terang terkadang membantu pengguna melihat barang kecil di dalam kompartemen.
Untuk tas perusahaan, warna furing dapat disesuaikan dengan konsep desain atau identitas visual yang ingin ditampilkan, selama pilihan materialnya tersedia.
3. Jahitan dan Sambungan
Selain memilih bahan, perhatikan bagaimana lapisan dalam akan dipasang.
Sambungan yang rapi membantu menjaga konstruksi interior, sementara pemasangan yang kurang sesuai dapat membuat furing tertarik saat pengguna memasukkan atau mengeluarkan barang.
Hal ini terutama perlu diperhatikan pada area yang sering digunakan, seperti bagian sekitar bukaan resleting dan kantong tambahan.
4. Kesesuaian dengan Barang Bawaan
Tas untuk membawa dokumen mempunyai kebutuhan berbeda dari tas yang digunakan untuk menyimpan perlengkapan olahraga. Untuk barang dengan sudut keras atau aksesori yang sering bergesekan, karakter permukaan serta ketahanan lapisan dalam perlu diperhatikan.
Jika tas digunakan membawa perangkat elektronik, furing juga perlu dipertimbangkan bersama lapisan bantalan. Furing saja bukan pengganti kompartemen pelindung.
Contoh Pemilihan Furing Berdasarkan Jenis Tas
Sebagai gambaran, berikut beberapa pertimbangan yang dapat digunakan sebelum membahas spesifikasi dengan vendor.
| Jenis tas | Pertimbangan furing | Tujuan |
|---|---|---|
| Tas seminar | Ringan, rapi, sesuai desain | Mendukung penyimpanan seminar kit |
| Ransel kantor | Konstruksi sesuai kompartemen dan gesekan harian | Membantu penataan interior |
| Tas sekolah | Material dan jahitan sesuai intensitas penggunaan | Mendukung pemakaian rutin |
| Tas olahraga | Mudah dibersihkan dan sesuai jenis barang bawaan | Membantu perawatan interior |
| Tas merchandise | Disesuaikan fungsi, anggaran, dan konsep | Menjaga efisiensi spesifikasi |
Tabel ini merupakan panduan pertimbangan, bukan ketentuan wajib atau daftar material yang pasti tersedia di Tasindo.
Sebagai contoh, jika perusahaan ingin membuat ransel kerja, lapisan dalam dapat dipilih dengan mempertimbangkan ruang laptop, kantong aksesori, dan intensitas penggunaan sehari-hari.
Namun, jika kebutuhan hanya berupa totebag sederhana untuk seminar satu hari, konstruksi tanpa furing terpisah juga dapat menjadi bahan pertimbangan.
Bagaimana Furing Memengaruhi Biaya Produksi Tas Custom?

Penambahan furing dapat memengaruhi kebutuhan material dan proses pengerjaan. Semakin kompleks interior yang dirancang, semakin banyak pula detail yang perlu dipertimbangkan dalam produksi.
Misalnya, tas dengan beberapa kantong dan sekat tambahan bisa membutuhkan pola, potongan bahan, serta tahapan jahit berbeda dibandingkan tas dengan satu ruang utama.
Namun, biaya produksi tidak hanya ditentukan oleh material furing. Jenis tas, ukuran, jumlah pesanan, konstruksi, dan pilihan komponen lainnya juga memengaruhi perhitungan.
Karena itu, sebaiknya diskusikan spesifikasi secara menyeluruh daripada hanya meminta furing paling murah atau paling tebal. Pemilihan yang sesuai fungsi akan lebih membantu dalam menentukan prioritas anggaran.
Apa yang Perlu Ditanyakan kepada Vendor Sebelum Menentukan Furing?
Sebelum menyetujui desain akhir, pastikan informasi mengenai lapisan dalam sudah cukup jelas.
Beberapa hal yang dapat ditanyakan meliputi jenis material, pilihan warna, contoh tekstur, kebutuhan bantalan tambahan, serta apakah seluruh kompartemen menggunakan furing yang sama.
Jangan lupa membahas hubungan furing dengan bahan luar tas. Misalnya, jika tas direncanakan untuk aktivitas luar ruangan, ketahanan air harus dilihat dari konstruksi keseluruhan, bukan hanya bahan pelapisnya. Penjelasan mengenai hal ini juga dapat dibaca pada artikel Tasindo tentang pertimbangan memilih bahan waterproof untuk tas.
Jika masih bingung menentukan spesifikasi, Anda dapat menyiapkan daftar kebutuhan menggunakan panduan pertanyaan saat konsultasi tas custom. Setelah material dan konstruksi disepakati, pemesanan dapat dilanjutkan melalui tahapan pemesanan tas custom Tasindo.
Kesimpulan
Memilih furing tas custom bukan hanya menentukan bahan apa yang dipasang di bagian dalam. Ketebalan, tekstur, warna, konstruksi jahitan, serta kesesuaiannya dengan fungsi tas perlu dipertimbangkan sejak awal.
Furing yang tepat bukan berarti harus menggunakan material paling mahal. Justru, pemilihan yang sesuai kebutuhan akan membantu menghasilkan interior tas yang lebih fungsional tanpa menambahkan komponen yang sebenarnya tidak diperlukan.
Bagi perusahaan, instansi, sekolah, atau komunitas yang sedang merencanakan produksi tas, pilihan material dan spesifikasi interior dapat dikonsultasikan melalui **Tasindo — Konveksi Tas Custom Surabaya**. Untuk mendapatkan referensi tambahan mengenai jenis dan fungsi lapisan dalam, Anda juga dapat membaca pembahasan **furing tas custom dari Pabrik Tas PEGE**, yang menjelaskan pentingnya menyesuaikan pelapis dengan kebutuhan desain dan penggunaan tas.
FAQ
1. Apa perbedaan furing dan bahan utama tas?
Bahan utama biasanya membentuk bagian luar tas, sedangkan furing merupakan lapisan dalam yang membantu penyelesaian interior dan mendukung konstruksi tertentu.
2. Apakah furing tebal selalu lebih bagus?
Tidak selalu. Ketebalan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan konstruksi tas. Material terlalu tebal atau kaku juga dapat memengaruhi bentuk serta kapasitas ruang.
3. Apakah tas tanpa furing berarti kualitasnya buruk?
Tidak. Beberapa model memang dirancang tanpa lapisan dalam terpisah. Kualitas harus dinilai berdasarkan kesesuaian material, konstruksi, dan tujuan penggunaannya.
4. Apakah furing membuat tas waterproof?
Tidak secara otomatis. Ketahanan terhadap air dipengaruhi oleh bahan luar, coating, sambungan, jahitan, resleting, dan konstruksi keseluruhan.
5. Apakah warna furing bisa disesuaikan saat memesan tas custom?
Pilihan warna dapat dibahas dengan vendor, tetapi ketersediaannya tergantung pada material dan spesifikasi produksi yang ditawarkan.




