Saat membuat tas custom, dua material yang cukup sering muncul sebagai pilihan adalah Bimo dan D300. Dari luar, keduanya sama-sama bisa digunakan untuk berbagai jenis tas. Tetapi ketika sudah masuk ke tahap desain, karakter yang dicari bisa berbeda.
Ada desain yang ingin terlihat cukup tegak dan berstruktur. Ada yang justru membutuhkan tas ringan, sederhana, dan lebih efisien untuk produksi dalam jumlah besar.
Lalu, Bimo vs D300 untuk tas custom, mana yang lebih cocok?
Sobat Tasindo, jangan buru-buru menentukan pilihan berdasarkan anggapan bahwa bahan yang lebih tebal pasti lebih bagus. Mulailah dari desain dan fungsi tas yang ingin dihasilkan.
Table of Contents
ToggleSebelum Membandingkan, Kenali Dulu Bimo dan D300
Istilah Bimo di pasaran dapat merujuk pada beberapa variasi material. Salah satu yang terdokumentasi dalam penelitian adalah Polyester Bimo 600D.
Prosiding SERENADE 2023 menggambarkan Polyester Bimo 600D sebagai material yang cukup populer pada industri tas, dengan karakter tebal tetapi tidak terlalu kaku maupun terlalu lemas, tekstur kotak-kotak, serta lapisan tahan air pada salah satu sisinya.
Sementara itu, D300 yang banyak digunakan untuk tas umumnya merujuk pada polyester 300 denier. Supplier tekstil Bahankain mencantumkan Polyester D300 sebagai material yang telah melalui proses coating dan dapat digunakan untuk berbagai produk tekstil termasuk tas.
Nah, angka 300D dan 600D jangan dibaca sebagai skor kualitas.
Secara teknis, denier merupakan ukuran massa linear benang: jumlah gram dari 9.000 meter serat atau benang. Jadi angka denier menjelaskan karakter benang, bukan langsung menentukan seberapa bagus sebuah tas.
Kalau Desain Ingin Terlihat Lebih Berstruktur, Bimo Menarik Dipertimbangkan
Bayangkan tas kerja atau ransel perusahaan yang ketika diletakkan tetap ingin terlihat cukup rapi.
Untuk konsep seperti ini, material dengan struktur yang lebih terasa bisa membantu membentuk siluet tas.
Polyester Bimo 600D dalam sumber SERENADE disebut tebal tetapi tidak terlalu kaku maupun terlalu lemas. Karakter tersebut membuatnya menarik untuk desain yang membutuhkan keseimbangan antara bentuk dan fleksibilitas.
Bimo dapat dipertimbangkan untuk desain seperti:
-
ransel kerja;
-
ransel sekolah;
-
tas laptop;
-
slingbag dengan bentuk cukup tegas;
-
waistbag structured;
-
tas merchandise perusahaan yang ingin terlihat lebih solid.
Penelitian desain produk dari ITENAS pada 2025 juga menggunakan Polyester Bimo 600D sebagai material luar dalam rancangan tas dan menyebut karakter ringan serta mudah dibersihkan sebagai pertimbangan pemilihannya.
Namun, Sobat Tasindo, bentuk akhir tas tetap tidak ditentukan oleh bahan luar sendirian.
Foam, lining, pola, reinforcement, dan konstruksi jahitan tetap mempunyai peran besar.
Kalau Desain Mengutamakan Ringan dan Simpel, D300 Bisa Dipertimbangkan
Sekarang bayangkan kebutuhan yang berbeda.
Sebuah perusahaan membutuhkan ratusan tas seminar. Isinya mungkin dokumen, notebook, alat tulis, dan beberapa barang ringan.
Apakah tas seperti ini selalu membutuhkan material yang sangat tebal?
Belum tentu.
Polyester D300 digunakan untuk beragam produk tas dan memiliki karakter yang lebih ringan dibanding kelas denier yang lebih tinggi pada material sejenis. Bahankain mencantumkan D300 sebagai polyester coated untuk kebutuhan tas dan perlengkapan tekstil lainnya.
Dalam praktik pasar, D300 juga banyak digunakan untuk:
-
pouch;
-
tas dokumen;
-
tas seminar;
-
ransel ringan;
-
tas merchandise;
-
shopping bag;
-
serta produk promosi.
Contohnya, SOUVIA menggunakan D300 pada produk pouch dokumen yang ditujukan untuk kebutuhan souvenir dan branding.
Jadi, kalau desain tidak membutuhkan badan yang terlalu rigid dan prioritasnya adalah fungsi sederhana serta efisiensi material, D300 dapat menjadi kandidat yang relevan.
Jangan Mengartikan 600D sebagai “Dua Kali Lebih Bagus” dari 300D
Ini bagian yang paling penting.
Karena Bimo yang sering ditemui bisa menggunakan spesifikasi 600D sementara D300 menggunakan 300 denier, mudah muncul anggapan:
“Berarti Bimo 600D dua kali lebih kuat.”
Kesimpulan seperti ini terlalu sederhana.
Denier hanya menunjukkan massa linear benang. Performa kain jadi juga bergantung pada:
-
jenis serat;
-
konstruksi tenunan;
-
jumlah benang;
-
coating;
-
finishing;
-
kualitas produksi;
-
serta konstruksi tas setelah dijahit.
Jadi, angka 600D tidak bisa dikonversi langsung menjadi “dua kali lebih kuat” dibanding 300D.
Untuk tas custom, yang dibutuhkan bukan angka paling besar, tetapi spesifikasi yang sesuai dengan beban dan fungsi produk.
Dari Sisi Visual, Karakternya Juga Bisa Berbeda
Pemilihan material bukan hanya soal kekuatan.
Tampilan juga penting.
Bimo 600D yang dibahas dalam penelitian SERENADE mempunyai tekstur kotak-kotak menyerupai ripstop. Karakter visual seperti ini bisa memberi kesan lebih teknikal, sporty, atau modern.
D300 dapat memberikan tampilan berbeda tergantung konstruksi dari supplier. BahanKain, misalnya, menjual varian Polyester D300 dengan coating untuk kebutuhan produk tekstil.
Karena itu, sebelum menentukan material, tanyakan:
tas ini ingin terlihat seperti apa?
Kalau konsepnya outdoor, sporty, atau struktural, tekstur Bimo dapat menjadi elemen desain.
Kalau konsepnya merchandise sederhana dengan bidang branding luas, D300 bisa menjadi alternatif yang lebih relevan untuk diuji.
Bagaimana untuk Sablon atau Bordir?
Teknik branding juga sebaiknya masuk pertimbangan sejak awal.
Tas event atau perusahaan sering membutuhkan logo berukuran cukup besar. Pada kondisi seperti ini, permukaan material dan desain logo harus diuji dengan teknik branding yang dipilih.
Untuk D300, produk komersial seperti pouch SOUVIA menggunakan pilihan branding sablon dan DTF.
Sementara Bimo juga dapat digunakan untuk produk dengan aplikasi logo, tetapi tekstur permukaan, ukuran artwork, serta teknik bordir atau sablon perlu dicoba pada sampel terlebih dahulu.
Jangan hanya menempelkan logo pada mockup lalu langsung masuk produksi massal.
Hasil fisik dapat berbeda karena tekstur dan coating bahan memengaruhi tampilan branding.
Bagaimana dengan Ketahanan terhadap Air?
Baik Bimo maupun D300 dapat tersedia dengan coating.
Polyester Bimo 600D dalam sumber SERENADE mempunyai lapisan tahan air pada salah satu sisi, sedangkan Polyester D300 dari Bahankain juga disebut telah melalui proses coating.
Namun, ini tidak berarti tas jadi otomatis 100% waterproof.
Air masih dapat masuk melalui:
jahitan, zipper, lubang jarum, sambungan panel, dan bukaan kompartemen.
Jadi jika ketahanan terhadap hujan menjadi kebutuhan utama, evaluasi konstruksi seluruh produk, bukan hanya material luarnya.
Jadi, Desain Seperti Apa yang Bisa Mempertimbangkan Bimo atau D300?
Sebagai gambaran awal:
| Kebutuhan Desain | Material yang Layak Dipertimbangkan |
|---|---|
| Ransel kerja dengan bentuk cukup tegas | Bimo |
| Tas laptop dengan tampilan lebih structured | Bimo |
| Slingbag atau waistbag berkarakter sporty | Bimo |
| Tas seminar sederhana | D300 |
| Pouch atau tas dokumen | D300 |
| Merchandise massal dengan konstruksi simpel | D300 |
| Tas yang mengejar tekstur lebih teknikal | Bimo |
| Tas promosi ringan | D300 |
Tabel tersebut bukan aturan mutlak.
Jenis Bimo dan D300 di setiap supplier dapat mempunyai coating, tekstur, gramasi, serta konstruksi berbeda.
Cara Menentukan Pilihan untuk Produksi Tas Custom
Sebelum Tasindo/TBM menentukan material, urutkan kebutuhan seperti ini:
-
Tentukan fungsi tas.
Apa yang akan dibawa? -
Tentukan bentuk yang diinginkan.
Tegak dan structured atau lebih ringan dan sederhana? -
Tentukan target pengguna.
Karyawan, peserta seminar, siswa, komunitas, atau pelanggan retail? -
Periksa kebutuhan branding.
Bordir kecil, sablon besar, DTF, atau teknik lainnya? -
Sesuaikan dengan budget dan jumlah produksi.
-
Bandingkan sampel Bimo dan D300 secara langsung.
-
Buat prototype jika produksinya besar.
Prototype sangat membantu karena selembar bahan belum menunjukkan bagaimana hasil akhirnya ketika sudah dibentuk menjadi produk tiga dimensi.
Kesimpulan
Bimo vs D300 untuk tas custom bukan soal menentukan bahan mana yang selalu lebih bagus.
Bimo, khususnya Polyester Bimo 600D yang menjadi salah satu referensi umum, menarik untuk desain yang membutuhkan struktur lebih terasa dan karakter visual yang lebih teknikal. Sementara Polyester D300 bisa menjadi alternatif untuk tas yang lebih sederhana, ringan, serta kebutuhan merchandise atau promosi yang tidak memerlukan struktur terlalu berat.
Jadi, Sobat Tasindo, sebelum melihat nama material, tentukan dulu karakter desainnya.
Tas ingin terlihat tegas, sporty, ringan, simpel, atau ekonomis untuk produksi massal?
Jawaban tersebut akan jauh lebih membantu menentukan material dibanding sekadar mengejar angka denier yang lebih tinggi.
Kami melayani pembuatan tas custom untuk kantor, event, dan komunitas, Ingin tas custom dengan logo perusahaan? Solusi tas custom berkualitas untuk kebutuhan bisnis Anda – pesan hari ini.


